Syekh Puji dan Usaha Kaligrafi Dari Media Kuningan

Pujiono Cahyo Widianto atau yang terkenal dengan Syekh Puji merupakan salahsatu pengusaha muslim. Terlepas dari kontraversinya karena menikahi anak dibawah umur. Syekh Puji tipe pengusaha muslim yang sukses membangun usahanya dari NOL dan kini memiliki ratusan karyawan. Pada suatu acara seminar cara-cara menjadi seorang pengusaha dalam Talk Show “Cara Gila Menjadi Entreprenuer” yang digelar dalam rangka Dies Natalis Universitas Muria Kudus (UMK) Jawa Tengah, Syekh Puji memaparkan strategi sukses menjadi pengusaha.
Menurut pemilik PT Sinar Lendoh Terong tersebut, untuk mencapai sukses menjadi seorang pengusaha bukan diraih dengan cara mudah dan justru diperlukan cara “gila” untuk mewujudkannya.
Ia mengatakan, tidak semua orang berani mengambil keputusan menjadi pengusaha apalagi menjamin kesuksesan sehingga, butuh kebulatan tekad dan kecermatan.
Menurut dia, syarat sebagai seorang pengusaha adalah harus tajam melihat peluang, berani mengambil keputusan dan motivasi untuk berkembang dan maju. Agar sukses, kita jangan takut untuk gagal dengan target-target yang sudah ditetapkan.

Cara `gila`, menurutnya, adalah cara yang beda dan lain dari yang dilakukan oleh kebanyakan orang.
Sebelum sukses seperti sekarang, Pujiono telah mengalami perjuangan panjang yang sulit dan susah.
Ia mengatakan, dahulu ketika perantauan di Jakarta, pernah menjalani profesi sebagai penjaja jagung bakar selama dua hari, menjadi kuli bangunan dua minggu, dan satu bulan sebagai kernet. Bekal Sebagai sales di sebuah perusahaan Asing yang ada di Jakarta lah yang membuat ia menjalani wiraswasta.
Sebagai sales, Puji menjalani profesinya dengan cara berbeda dari sales lain. Pada sales lain pekerjaan dan sasarannya selalu saja diarahkan oleh manajer. Dan itu menurut Pujiono adalah cara yang biasa.
Pujiono menjelaskan cara yang lain. Jika sales lain baru bekerja setelah mendapat pengarahan dari manajernya, beliau justru sudah berangkat kerja selepas subuh. Hasilnya, lima tahun berprofesi sebagai sales, sudah terkumpul Rp450 juta.

Dengan uang ini, kata dia, digunakan sebagai modal membuka usaha di Semarang pada tahun 1990. Ia menambahkan, agar sukses menjadi seorang pengusaha harus menjadi pengusaha murni dan menciptakan hal baru. Misalnya ‘Aqua’  dikenal karena punya inisiatif membuat air minum kemasan.
Pujiono mengatakan, memilih usaha Kaligrafi atau `relief` gambar dengan media kuningan, karena pada ketika itu masih langka dan mempunyai pangsa pasar tersendiri.

This entry was posted in Motivasi. Bookmark the permalink.

One Response to Syekh Puji dan Usaha Kaligrafi Dari Media Kuningan

  1. Anang Manis says:

    Mantap cerita yang menginspirasi…. memang kok pengusaha menghasilkan umat yang sejahtera

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s