MENGELOLA KESEMPATAN, PENGALAMAN DAN KEUANGAN

“Mereka bisa mengapa aku tidak” ujar seorang anak manusia melihat  keberhasilan orang seperti Ciputra, Chairul Tanjung, Bob Sadino, Fadel Muhammad dan sederet pengusaha besar lainnya. Tapi mereka terlalu besar atau terlalu hebat untuk bisa ditiru.

Lantas bagaimana dengan pengusaha menengah mereka juga mampu menghasilkan uang dan mampu mengelola sumber daya yang lebih kecil.

Tapi itu juga masih terlalu sulit untuk kita tiru. Coba kita cermati banyak juga yang memiliki toko kecil atau berkebun sehingga mampu untuk survive (bertahan hidup). Bukankah tujuan dari entrepreneur yang paling utama adalah memenuhi kebutuhan kita sendiri, setelah berlebih dan mampu kita mengelolanya barulah kita bisa membagikannya kepada orang lain.

Dalam  hal ini Allah SWT telah menjelaskannya :

“Lindungilah dirimu dan keluargamu dari siksa api Neraka” (QS.

Konsep entrepreneur dalam Islam sangatlah sederhana dan mudah diaplikasikan  dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin karena terlalu sederhananya sulit bagi kita untuk bisa mengaplikasikannya.

Apalagi masih memiliki idealisme yang meledak dan ingin cepat kaya, akan sulit jiwa entrepreneur tertanam dalam pribadi. Padahal dalam konsep ajaran Islam seorang entrepreneur perlu keiklasan dan kesabaran.

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”

Yang paling penting dari konsep entrepreneur adalah berhasil untuk diri kita sendiri. Banyak jalan dan tidak perlu malu, semua bermula dari kecil untuk bisa mengatur manajemen yang lebih baik.

Seorang Ciputra sebelum menjadi seorang pengusaha hebat, semasa kuliah beliau berjualan furniture bekas dan buku bekas  untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah.

Dari cerita Chaerul Tanjung, semasa kuliah hanya berjualan buku bekas dan percetakan kecil, motivasinya hanya satu “bertahan hidup”. Dengan mental yang sangat terasah kita bisa mengelola usaha yang kecil menjadi  besar. Dari untuk kita sendiri sampai berguna untuk orang lain.

Tiada yang lebih berguna yang paling utama adalah kita harus berguna untuk  diri kita sendiri terlebih dahulu. Dengan menciptakan keberhasilan dan kebanggan bagi diri sendiri. Motivasi ini sangat mendasar bagi seorang calon entrepreneur. Tak ada yang lebih indah kalau kita sendiri mampu menunjukkan eksistensi keberhasilan.

Konsep diri sendiri ini dalam ajaran islam disebut kan sebagai “ku anfusakum” yang artinya lindungilah diri mu. Lindungilah dirimu karena kebahagian, dan keberhasilan kita tak lebih akan memberikan kebahagian untuk kita, keluarga kita dan lingkungan masyarakat. Setidaknya kita sudah mengatasi permasalahan bangsa ini yaitu pengangguran.

Mengelola Kesempatan

Menjadi entrepreneur adalah seseorang yang bisa mengelola kesempatan, pengalaman dan keuangan dengan baik. Ketiga hal ini merupakan wahana penting untuk membawa seseorang menjadi entrepreneur. 

Kesempatan hanya sekali. Memang benar adanya. Tapi itu terlalu naif untuk kita katakan selalu akan ada kesempatan untuk melakukan yang terbaik. Tuhan saja masih memberikan ampunan dosa yang telah dilakukan oleh hambanya, apalagi “kesempatan”.

Kemampuan mengelola kesempatan tak ubahnya kejelian mata elang melihat musuhnya. Bahkan kesempatan sering datang tak terduga, dan tak disangka. Bagi seorang entrepreneur kesempatan apapun akan bisa menjadi peluang yang menjanjikan.

Dan itulah yang terjadi pada negeri Indonesia. Dianugrahi sumber daya alam yang berlimpah tapi tidak bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Maka Indonesia masih miskin entrpreneur atau pelaku usaha. Mencari pekerjaan dianggap masih sebagai kesempatan terbaik.

Lantas bagaimana mengelola kesempatan agar menjadi peluang yang menjanjikan?

Yah, dibutuhkan ketrampilan. Bagi kita yang tidak memiliki ketrampilan maka kita bisa berkerjasama dengan orang yang ahli dibidang tersebut. Karena mengelola kesempatan juga tidak bisa dilakukan dengan sendiri. Disinilah network (jaringan) dibutuhkan, dan disini pun ada kesempatan memanfaatkan jaringan.

Jadi, kalau ada kesempatan kelola dengan baik untuk menjadi peluang, lalu ciptakan gol.

Mengelola  Pengalaman

Banyak yang berpendapat bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Seorang Thomas Alfa Edison membutuhkan ratusan kali percobaan untuk mendapatkan hasil penelitian yang terbaik. 

Lain lagi bagi seorang Ciputra bahwa sukses setelah diikuti 1000 kali kegagalan, dan tak semua yang dilakukannya selalu sukses, ada juga yang gagal. Lantas kenapa harus ada kegagalan dalam ber-entrepreneur?

Dalam ajaran agama, kegagalan dan kesuksesan itu merupakan ujian dari Tuhan. Kegagalan berarti mengharuskan kita berkerja lebih keras, sedangkan kesuksesan mengingatkan kita untuk selalu mawas diri untuk berusaha secara kreatif dan lebih inovatif.

Oleh karena itu pengalaman sangat berharga dalam menentukan langkah kita selanjutnya. Kegagalan dan kesuksesan adalah pengalaman baik dari diri sendiri atau pengalaman dari orang lain yang menjadi cermin bagi kita.

Cerdik Mengelola Keuangan

Cerdik mengelola keuangan, bukan berarti seorang entrepreneur harus menguasai manajemen keuangan baik itu ilmu akuntansi atau manajemennya sendiri. Cerdik berarti bisa mandapatkan output dari sebuah hasil minimal.

Hampir semua orang mengatakan “ membangun usahakan butuh modal”.

Memang benar pernyataan demikian, tapi kalau cerdik maka modal tidak jadi  masalah, karena banyak solusi lain untuk memenuhi modal.

Banyak seminar dan workshop yang membuiat slogan “Berbisnis Tanpa Modal” atau “Cara Gila Menjadi Pengusaha” ala Purdi (pemilik Primagama Group), atau yang lebih ekstrem “Berutang Untuk Kaya”.

Langkah cerdik mengelola keuangan adalah dengan memanfaat semua potensi yang ada, baik dengan berhutang, kerjasama atau menjual aset atau strategi lain. Yang penting pengelolaan keuangan yang tepat dan tidak konsumtif tentukan akan menghasilkan output yang optimal.

This entry was posted in Entrepreneurship. Bookmark the permalink.

2 Responses to MENGELOLA KESEMPATAN, PENGALAMAN DAN KEUANGAN

  1. ahdan says:

    bagaimana bila ragu?.
    terima kasih!.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s