Membangkitkan Entrepreneurship Dengan Spiritual

Kalau di supermarket dijual dalam kemasan kaleng “Jus Pembangkit Jiwa Entrepreneur”, yang mampu membuat anda memiliki beberapa kemampuan luar biasa, selalu memiliki sudut pandang positip, intuisi terbuka, kreatip, pandai membuat keputusan pintar, semangat dan energi yang tidak ada habisnya, seperti orang Jakarta bilang “kagak ada matinye”, tambahan lagi wajah selalu berseri-seri, maka saya yakin sekali bahwa anda pasti akan berbondong-bondong membelinya, bahkan memborong Jus kalengan seperti itu, buat persediaan selamanya. Ya nggak?

Sayangnya, Jus seperti itu tidak ada, tidak bakal ada, apalagi dijual.

Adanya ternyata, justru didalam diri anda sendiri. Ya, ada didalam diri anda sendiri. Nggak usah jauh-jauh kemana musti mencarinya, nggak usah membeli, gratis. Tinggal membangkitkannya.

Mari saya tunjukkan, bagaimana membangkitkannya. Ada 3 langkah mencapainya!!!

Meskipun saat ini anda merasa sudah berada di tingkat tertinggi dalam entrepreneurship anda, maka saya tetap merekomendasikan anda ikuti 3 langkah tersebut. Paling tidak, untuk me-refresh entrepreneurship anda dan tampil baru.


Apalagi bila anda merasa di level setengah-setengah, sudah tentu harus nurut.

Yang paling enak tentunya adalah entrepreneur pemula, atau yang baru ingin jadi entrepreneur, tinggal buka saja kemaronnya, langsung digerojok penuh tanpa perlawanan. Nikmat!!!

Anda pasti juga bertanya-tanya, apa benar sih ada orang seperti di alinea 1 tulisan ini? Jawabannya, ada, dan sangat banyak sekali. Salah satunya adalah yang baru saja menyelesaikan tulisan ini, dan akan segera bertambah satu orang lagi, begitu anda selesai mempraktekkannya. Demikian seterusnya Jadi, pastikan anda mengikuti 3 langkah ini.

Sampai saat ini, saya selalu me-Refresh diri saya sendiri dgn 3 langkah tersebut, sehingga setiap saat seakan saya tampil dengan battery yang selalu di-charge setiap hari.

Inilah 3 langkah membangkitkan jiwa entrepreneur kita, bacanya pelan-pelan saja sambil dilakukan dan diresapi:

  1. Selalu Bersyukur
  2. Selalu Berpikir Positip
  3. Bangkitkan Otak Kanan

Sekarang anda pasti bilang, apaaan ….. gampang sekali!!! Nah tuh, mulai melawan ….. pokoknya lakukan saja deh !!!.

Kalau sudah bisa melakukan semua, maka menjalankannya musti ketiga-tiganya bersaman, biar mulek gitu !!!

Selalu Bersyukur

Sekarang juga, angkat dan buka lebar-lebar kedua tangan anda keatas, tarik kebelakang sambil diturunkan, sambil menghirup dan menghembuskan udara segar, dalam-dalam, mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT, … ya Allah ….. luar biasa sekali Engkau …. Nikmat sekali ini semua …. Kau berikan aku bisa melihat ….. kau berikan aku bisa merasakan nikmatnya udara yang kuhirup ini ….. nikmat sekali ya Allah …… terimakasih ya Allah.

Lakukan berulang secara dalam-dalam dan sungguh-sungguh, sampai anda merasakan kelegaan yang luar biasa dalam hati anda, rasakan kebesaran hati anda, berulang-ulang sedemikian bersyukurnya, menimbulkan kelegaan yang menyeruakkan rasa bergetar dibelakang kepala anda.

Atau, kalau masih belum kuat juga, cara yang sama, ….. ya Allah ….. luar biasa sekali Engkau …. Kau berikan aku nikmat yang amat luar biasa ini ya Allah …. luar biasa sekali anakku ini ya Allah …. Luar biasa sekali keluargaku ini ya Allah, …. sungguh bangga aku memilik mereka ya Allah ….. terimakasih ya Allah ….

Kalau didepan anda ada anak anda, sambil peluklah dia. Kalau ada istri/suami anda peluklah dia, bukankah sangat luar biasa memiliki mereka? Nikmatilah rasa syukur itu dalam-dalam.

Plong, lega, ringan, membesarkan jiwa, rasa bergetar dibelakang kepala kita. Itulah yang harus anda rasakan.

Lakukan terus menerus, tanpa diketahui orang lain tentunya, nggak usah angkat-angkat tangan lagi, nggak usah peluk-peluk lagi, ntar dikira lagi aneh nih orang!!

Pokoknya lakukan terus sampai malam nanti.

Lalu, ingat-ingat, besok pagi, begitu bangun ucapkan doa dan teruskan mengucapkan syukur lagi seperti itu, …..ya Allah terimakasih, masih Kau beri aku kesempatan menikmati hidup ini Ya Allah…., besoknya lagi diulang terus, dan terus.

Terus, kapanpun anda ingat, dimanapun, lakukan syukur. Asal, jangan pas lagi di WC ya?

Rasa syukur yang tulus dan terus-menerus ini akan membesarkan hati dan jiwa anda, selalu plong, selalu lega, selalu tak ada beban dan selalu bersemangat sepanjang hari. Rasakan ada energi baru yang terus-menerus terpompakan kedalam diri anda.

Itulah yang saya rasakan saat ini, seakan energi itu tidak ada habisnya, tidak ada capek-nya, dari satu meeting ke meeting yang lain, dari satu topic ke topic yang lain, dari satu problem solving ke problem solving yang lain, energi itu selalu terbarukan, selalu kreatif.

Buat saya, karena suatu kejadian luar biasa yang pernah menimpa saya pada masa lalu, setiap tarikan nafas saya saat ini ternyata mampu membuat saya amat sangat bersyukur kehadirat Allah SWT. Alam bawah sadar saya selalu merespons rasa senang betapa nikmatnya udara yang dapat saya hirup ini.

Setiap orang pasti punya satu cara tersendiri untuk bersyukur kehadirat Tuhan YME. Carilah suatu kejadian luar biasa yang pernah anda alami di masa lampau, yang sedemikian rupa sehingga mampu membuat anda bersyukur dengan amat sangat. Temukan, lalu lakukan terus menerus.

Ada sebuah bonus besar kalau anda berhasil melakukan syukur yang tulus dan terus menerus, yaitu kesembuhan dari berbagai penyakit. Kalau anda saat ini sedang sakit, makin sungguh-sungguhlah anda bersyukur.

Beberapa penelitian meyimpulkan, rasa syukur yang tulus dan terus menerus akan menyembuhkan penyakit kita, penyakit apapun juga. Percayalah.

Mulai sekarang, bila kita mengucapkan Alhamdulillah ……. Resapilah sedalam-dalamnya …. rasakan sensasi itu terjadi terus menerus …. agar kita mendapatkan energi syukur yang selalu terbarukan, sekaligus bonusnya.

Buat rekan-rekan yang beragama bukan Islam, sudah barang tentu syukur anda itu dengan menyebutkan nama Tuhan, atau cara seperti yang diajarkan agama anda.

Selalu Berpikir Positif

Tariklah nafas dalam-dalam lagi. Rasakan energi syukurnya.

Segera setelah anda menemukan energi yang membesarkan jiwa yang timbul dari rasa syukur itu terjadi, langsung saja anda pindah ke dahi, disitulah anda menempatkan rasa selalu berpikir positif.

Mulai sekarang, sambil tetap menjaga energi syukur itu terus menerus tetap ada, kita tambahkan rasa selalu berpikir positif didahi kita, selalu memandang segala sesuatu dari sudut yang baik, apapun itu. Luar biasa.

Rasakan, hidup anda akan menjadi baik karena kita selalu memandangnya dari segi yang baik. Selalu berpikir baik tentang diri sendiri. Selalu bepikir baik tentang orang yang kita ajak bicara. Selalu berpikir baik tentang apapun disekitar kita.

Itu akan men-setting wajah kita selalu ramah terhadap orang lain, sehingga orangpun pasti akan bersikap sama terhadap kita, membuat apapun yang kita kerjakan menjadi sangat menyenangkan.

Ada banyak penelitian yang mengatakan bahwa pikiran positif ini bisa kita tularkan ke orang lain. Cobalah selalu buat seseorang yang kita ajak bicara itu ikut berpikiran positif, yaitu dengan cara memancarkan pikiran positif kita ke orang tersebut. Niscaya dia akan berpikiran positif pula.

Alam semesta akan memancarkan pikiran positif kita ke orang lain tersebut, seperti garpu tala menularkan nada yang sama ke garpu tala lain yang didekatkan kepadanya.

Pokoknya, apapun orang bilang tentang kita, kita akan melihatnya dari sudut yang baik. Apapun yang terjadi pada diri kita, kita akan selalu melihatnya dari sudut yang baik.

Gabungan energi syukur dan pikiran positif yang luar biasa ini mustinya sudah anda rasakan saat ini. Rasa segar bersemangat, lega, besar, indah dan selalu positip mustinya sudah terjadi dalam diri anda sekarang. Anda akan melihat mata lawan bicara anda, anda akan berbicara dengan nada semangat disuara anda.

Lakukan terus menerus membangkitkan energi syukur dan pikiran positip ini kapanpun dan dimanapun juga. Secara fisik, anda akan tampil persis seperti seorang entrepreneur yang sebenarnya. Dan anda akan terus membutuhkan energi ini untuk keberhasilan entrepreneurship anda.

Kalau belum juga merasakan seperti yang saya tuliskan diatas, ulangi saja membaca dan melakukannya lagi dari depan, barulah membuka otak kanan.

Buka Otak Kanan

Otak kanan yang terbuka dan aktif membuat anda memiliki kemampuan luar biasa dalam intuisi, kreatif, inovatif, leadership dan entrepreneurship itu sendiri.

Bertahun-tahun selama hidup kita, kita sibuk melatih otak kiri kita, yaitu otak analitis. Misalnya kemampuan matematis dan analitis. Bagus sekali, sih! Cuma saja pada waktu yang sama, kita malah menelantarkan pengembangan otak kanan yang justru amat dibutuhkan dalam menjalani peran kita sebagai seorang entrepreneur.

Tidak usah disesali, sekarang kita musti mengaktipkan otak kanan kita, dan terus melatih menggunakannya.

Karena sudah terlanjur lama ditelantarkan, maka kemampuan otak kanan kita level nya njomplang dibawah level otak kiri. Namun, sekali saja otak kanan ini diaktifkan lalu dilatih dengan baik, maka kemampuan otak kanan kita akan ngebut mengejar kemampuan otak kiri, menuju keseimbangan.

Keseimbangan memampuan otak kanan dan otak kiri inilah, yang didukung dengan kuatnya energi syukur dan pikiran positif, yang bisa membawa kita menjadi seorang entrepreneur yang baik dan sukses. Kuasailah dengan sebaik-baiknya.

Mari kita aktifkan otak kanan kita

Cara terbaik adalah dzikir hati seperti yang diajarkan oleh seorang rekan senior saya dari Jogjakarta, Pak Ndung. Dan Alhamdulillah, kita sudah mendapatkan ijin beliau untuk ikut menggunakan caranya dalam mengaktifkan otak kanan kita.

Carilah suatu titik di dada kita, sedikit diatas ulu hati, tiga jari disebelah kiri. Rasakan seolah mulut kita berada dititik itu, dan berdzikir tanpa suara dititik itu. Menyebutkan nama Tuhan.

Ya Rahman Ya Rahim, Ya Rahman Ya Rahim, dan seterusnya, berulang kali kapan saja dimana saja, asal jangan pas kita berada di WC.

Ini akan mengaktifkan otak kanan kita, dan ini harus kita latih terus-menerus agar menyeimbangkan kemampuan otak kiri dengan otak kanan kita.

Tidak seperti 2 cara yang lainnya yaitu bersyukur dan berpikiran positif, maka aktifnya otak kanan kita ini tidak akan bisa kita rasakan. Percaya sajalah, pokoknya anda sekarang sudah memiliki intuisi seorang entrepreneur.

Kesimpulan

Mengapa ajarannya menjadi sangat spiritual? Anda pasti bisa mengerti karena yang kita bangkitkan adalah Jiwa kita. Dan cara spriritual adalah cara terbaik.

Anggap saja saat ini anda sudah mampu melakukannya dengan baik yaitu membangkitkan energi syukur dan pikiran positif, sekaligus anda sudah memiliki keseimbangan otak kiri dan otak kanan anda.

Maka saat ini, anda mustinya sudah merasakan sensasi alinea pertama tulisan ini.

Kalau masih belum bisa, ulangi saja membaca dan melakukannya kembali dari awal. Kalau belum bisa juga, ulangi lagi. Begitu seterusnya. Meskipun sudah bisa, anda musti tetap harus melakukannya terus menerus.

Saya melakukannya terus menerus, bahkan hampir seperti terjadi begitu saja secara otomatis. Ini menjaga saya tetap tajam, positif, bersemangat, mampu menghasilkan berbagai keputusan kreatif, yaaah, pokoknya menjadi seperti orang di alinea 1 diatas.

Andapun pasti bisa !!!

Disadur dari: www.suaramedia.com

Posted in Entrepreneurship | Tinggalkan komentar

Syekh Puji dan Usaha Kaligrafi Dari Media Kuningan

Pujiono Cahyo Widianto atau yang terkenal dengan Syekh Puji merupakan salahsatu pengusaha muslim. Terlepas dari kontraversinya karena menikahi anak dibawah umur. Syekh Puji tipe pengusaha muslim yang sukses membangun usahanya dari NOL dan kini memiliki ratusan karyawan. Pada suatu acara seminar cara-cara menjadi seorang pengusaha dalam Talk Show “Cara Gila Menjadi Entreprenuer” yang digelar dalam rangka Dies Natalis Universitas Muria Kudus (UMK) Jawa Tengah, Syekh Puji memaparkan strategi sukses menjadi pengusaha.
Menurut pemilik PT Sinar Lendoh Terong tersebut, untuk mencapai sukses menjadi seorang pengusaha bukan diraih dengan cara mudah dan justru diperlukan cara “gila” untuk mewujudkannya.
Ia mengatakan, tidak semua orang berani mengambil keputusan menjadi pengusaha apalagi menjamin kesuksesan sehingga, butuh kebulatan tekad dan kecermatan.
Menurut dia, syarat sebagai seorang pengusaha adalah harus tajam melihat peluang, berani mengambil keputusan dan motivasi untuk berkembang dan maju. Agar sukses, kita jangan takut untuk gagal dengan target-target yang sudah ditetapkan.

Cara `gila`, menurutnya, adalah cara yang beda dan lain dari yang dilakukan oleh kebanyakan orang.
Sebelum sukses seperti sekarang, Pujiono telah mengalami perjuangan panjang yang sulit dan susah.
Ia mengatakan, dahulu ketika perantauan di Jakarta, pernah menjalani profesi sebagai penjaja jagung bakar selama dua hari, menjadi kuli bangunan dua minggu, dan satu bulan sebagai kernet. Bekal Sebagai sales di sebuah perusahaan Asing yang ada di Jakarta lah yang membuat ia menjalani wiraswasta.
Sebagai sales, Puji menjalani profesinya dengan cara berbeda dari sales lain. Pada sales lain pekerjaan dan sasarannya selalu saja diarahkan oleh manajer. Dan itu menurut Pujiono adalah cara yang biasa.
Pujiono menjelaskan cara yang lain. Jika sales lain baru bekerja setelah mendapat pengarahan dari manajernya, beliau justru sudah berangkat kerja selepas subuh. Hasilnya, lima tahun berprofesi sebagai sales, sudah terkumpul Rp450 juta.

Dengan uang ini, kata dia, digunakan sebagai modal membuka usaha di Semarang pada tahun 1990. Ia menambahkan, agar sukses menjadi seorang pengusaha harus menjadi pengusaha murni dan menciptakan hal baru. Misalnya ‘Aqua’  dikenal karena punya inisiatif membuat air minum kemasan.
Pujiono mengatakan, memilih usaha Kaligrafi atau `relief` gambar dengan media kuningan, karena pada ketika itu masih langka dan mempunyai pangsa pasar tersendiri.

Posted in Motivasi | 1 Komentar

Entrepreneurship Sebuah Refleksi

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti Training of Trainers bagi dosen perguruan tinggi se-Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) berkerjasama dengan Univesitas Ciputra (UCEC) Surabaya tersebut, mengharapkan adanya peran lebih perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusannya. Dari kegiatan tersebut terlihat jelas ada sebuah langkah maju untuk mempersiapkan lulusan perguruan tinggi, yang notabene adalah kalangan terdidik, bukan saja dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tapi diharapkan akan menjadi entrepreneur baru, yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, bukan mencari kerja.

Training kepada para dosen ini diharapkan para dosen mampu menjadi problem solving atas masalah lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Perlunya metode pengajaran baru, bukan sekedar memperkenalkan entrepreneur kepada mahasiswa yang didiknya, tetapi menggugah sisi entrepreneur agar mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi akan memiliki kreatifitas, inovasi, dan semangat pantang menyerah.

Disadari lapangan kerja yang terbatas sudah tentu akan membatasi langkah setiap lulusan, tak jarang setelah lulus belasan bahkan puluhan surat lamaran disampaikan, dan uang yang dipakai untuk mengikuti seleksi sudah banyak dihabiskan, namun tidak sesuai dengan skill (keahlian) yang dimiliki oleh lulusan dan yang diinginkan oleh perusahaan. Bahkan kompetisi yang tinggi akan semakin mempersulit untuk dapat bersaing. Sebagai referensi pada tahun 2007 sebuah perusahaan televisi memberitakan lebih dari 110.00 pelamar kerja untuk memperebutkan 500 kesempatan kerja di Trans TV. Ternyata sebuah lowongan kerja diperebutkan 200 orang. Inilah fakta yang menyakitkan ternyata lapangan kerja di Indonesia sangat terbatas.

Ir. Ciputra dalam bukunya “Ciputra Quantum Leap” memaparkan bahwa setiap tahun perguruan tinggi di Indonesia menghasilkan lebih dari 300.000  lulusan, sebagai contoh tahun 2005/06 terdapat 323.902 lulusan Perguruan Tinggi. Namun daya serap lapangan kerja untuk mereka terlalu sedikit, sehingga pada bulan Februari 2007 terdapat lebih dari 740.000 lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Hal ini sangat mencemaskan ialah angka ini cenderung naik pesat dari waktu ke waktu. Dalam waktu enam bulan, dari Agustus 2006 hingga Februari 2007, penganggur terdidik naik sebesar  66.578 orang (9,88 persen), artinya dalam setahun  bisa mencapai 20 persen. Lebih menyedihkan lagi bila  kita mengikutkan kelompok penganggur terdidik yang setengah menganggur. Pada bulan Februari 2007 sudah terdapat 1,4 juta, atau naik sekitar 26 persen dibandingkan Februari 2006. dan pada akhir tahun 2009 diperkirakan akan ada 1.100.000 orang penganggur terdidik di Indonesia. Akankah masalah berat ini terus tumbuh?.

Akar Permasalahan

Semakin membengkaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur semakin menunjukkan bahwa ketersediaan lapangan kerja yang sangat terbatas. Namun hal tersebut bukanlah hal utama yang menjadi penyebab tingginya pengangguran lulusan perguruan tinggi.

Ada beberapa akar permasalahan lain yang menjadi penyebab lulusan perguruan tinggi menganggur.

  1. Lapangan Kerja yang terbatas. Menjadi prioritas utama yang perlu diperhatikan, bahkan setiap Pemilu, Pilpres, dan Pilkada, lapangan pekerjaan menjadi prioritas utama dari para calon yang bersaing. Namun tidak satu pun sampai dengan saat ini mampu memberikan solusi, bahkan semakin memperparah keadaan. Karena setiap mendekati pemilu, pilpres dan pilkada investor takut, menjadi korban kegiatan politik tersebut.
  2. Mindset (pola pikir) yang masih menganggap bahwa setelah lulus mencari kerja. Setiap lulusan perguruan tinggi memiliki ekspketasi (harapan) berkerja di tempat yang bagus, lalu mendapatkan gaji yang besar. Mulailah mereka mengirim surat lamaran  kebanyak tempat, dengan harapan langsung berkerja. Tapi realitas yang dihadapi tidak demikian. Karena itu mindset setiap lulusan, orangtua, dan masyarakat mulai saat ini perlu mengubah cara pandang bahwa lulusan perguruan tinggi kedepan yang berhasil adalah mereka yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, bukan mencari kerja.
  3. Kompetisi yang sangat tinggi, ikut menyebabkan semakin sempitnya lulusan perguruan tinggi untuk dapat bersaing. Setiap tahun ratusan ribu lulusan dihasilkan dari perguruan tinggi dengan latar belakang jurusan ilmu yang berbeda. Persaingan ini sudah barang tentu akan mengakibatkan porsi lapangan kerja yang tersedia dengan lulusan yang ada tidak seimbang. Sudah barang tentu akan banyak lulusan yang menganggur. Hal ini tidak saja terjadi di beberapa daerah tertentu saja, dalam dua atau tiga tahun kedepan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung ini  akan terjadi ledakan  lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Sedangkan sektor formal yang tersedia tidak akan dapat memenuhi hasrat kebutuhan lulusan yang lulus beberapa tahun kedepannnya. Oleh karena itu perlu diantisipasi sejak dini untuk menghindari jangan sampai terjadi hal demikian. Mahasiswa, orangtua, masyarakat, pemerintah dan perguruan tinggi perlu duduk bersama dalam memecahkan hal tersebut.
  4. Kurikulum yang belum banyak memperkenalkan sisi entrepreneur. Kurikulum yang memperhatikan sisi entrepreneur dirasakan masih kurang. Karena entrepreneur sendiri masih dianggap bukan tujuan utama dari dunia pendidikan kita. Kesiapan memasuki dunia kerja lebih dikedepankan. Akibatnya tidak ada Link and Match (hubungan yang erat ) antara dunia pendidikan dan dunia entrepreneur yang paling banyak kesempatannya.
  5. Tenaga Pengajar dalam hal ini dosen atau guru, masih memberikan pola pengajaran problem based learning yang belum menyentuh sisi entrepreneur. Sudah saatnya para dosen dan guru untuk mengarahkan kreatifitas dan  mendedikasikan kepada yang  diajarnya bahwa entrepreneur yang terdidik akan memberikan manfaat yang sangat besar. Dalam pengajaran terus ditekankan arti penting entrepreneur bagi lulusan kedepan. Bukan sekedar mengajar, tapi sudah merambah menciptakan kesempatan kerja baru bagi lulusannya kedepan. Peran dosen dan guru adalah sebagai inspirator, motivator, dan fasilitator untuk menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kotribusi besar bagi dirinya sendiri dan orang lain. Oleh karena itu dalam setiap diri dosen dan guru harus telah dibekali metodologi pembelajaran project based system, untuk membina entrepreneur bagi mahasiswa.
  6. Skill (Keahlian) yang berbeda dengan kebutuhan dunia kerja. Sekarang ini lapangan kerja  yang tersedia menginginkan setiap pekerja-nya  memiliki keahlian yang sesuai dengan  kebutuhan perusahaan. Tapi, tidak banyak seseorang lulusan memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan. Nah, hal ini akan menjadi tantangan yang sangat besar, karena pada akhirnya semuanya membutuhkan kreatifitas, dan inovasi, dan ini sangat berguna dalam menciptakan entrepreneur muda dengan gagasan baru yang unik  bagi kemapanan bangsa indonesia.

 

Arah dan Peran Pendidikan

Lalu kemanakah arah dan peran pendidikan kita?. Perlu pergeseran paradigma, demikian yang perlu kita lakukan. Pola pikir (mindset) bahwa setelah lulus mencari kerja sangat penting untuk diubah. Pola pengajaran kepada mahasiswa pun secara revolusioner harus diubah, kurikulum dan petrangkat pengajaran yang sudah tidak relevan sudah saatnya dirombak. Karena dengan demikian  perguruan tinggi akan mampu mendidik entrepreneur baru.

Menciptakan kreatifitas, inovasi, dan menggugah kesadaran entrepreneur sangat penting dilakukan oleh para dosen/tenaga pendidik. Karena peran dosen adalah inspirator, fasilitator dan motivator bagi mahasiswanya. Peran ini sangat mulia untuk mengatasi permasalahan lapangan kerja yang sedang dihadapi oleh Bangsa Indonesia.

Secara umum gagasan ideal pendidikan di Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mencukupi kehidupan materi lahir dan batin anak bangsa. Kemiskinan dan kesengsaraan bukan lagi menjadi sesuatu yang akrab ditelinga kita. Namun kebutuhan dan kompetisi yang luar biasa telah memaksa anak bangsa harus menerima kenyataan, negara tidak sanggup mencukupi kebutuhan  semua anak bangsa. Baik yang berpendidikan hanya sebatas SMA bahkan lulusan perguruan tinggi bukan lagi jaminan  untuk memperoleh lapangan pekerjaan yang layak. Lantas siapa yang bertanggung jawab?

Berapa Banyak Entrepreneur Yang Harus Kita  Miliki

Berbicara tentang entrepreneur, tidak akan terlepas dari negara Singapura. Dengan jumlah entrepreneur mencapai 7,2 persen penduduknya, Singapura merupakan negara yang paling banyak menghasilkan entrepreneur.

            Di Amerika Serikat jumlah entrepreneur hanya mencapai 2,14 persen dari jumlah penduduknya. Sedangkan Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai 220 juta jiwa hanya memiliki sekitar 400.000 pelaku usaha mandiri atau sekitar 0,18 persen.

            Kondisi ini sungguh memperihatinkan, mengingat  sumber daya alam yang berlimpah, tetapi pelaku usaha mandiri tidak berkembang dengan baik, karena tidak adanya semangat entrepreneurship. Kondisi sumber daya alam Indonesia minim pengelolaannya oleh anak negeri.

Mengutip majalah The Economist, Indonesia merupakan pengahasil gas alam kedelapan terbesar di dunia, pengahsil batubara dan emas ketujuh terbesar di dunia, serta penghasil tembaga dan nikel nomor lima di dunia. Penghasil karet nomor dua dunia dan minyak sawit nomor satu di dunia. Bahkan Indonesia merupakan negara pengahasil Timah dan Lada terbaik di dunia.

            Tapi sampai dengan saat ini kita masih bergulat dengan hal-hal yang tidak terlalu signifikan dalam pengembangan industri. Semangat entrepreneurship belum kuat tertanam. Sumber daya alam yang berlimpah seakan tidak memberikan arti dan makna dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

            Sekarang atau tidak sama sekali, mari kita mendidik entrepreneur- entrepreneur baru yang terdidik, memiliki pandangan yang kreatif dan inovatif, semangat pantang menyerah. Dalam hal ini  dosen dan guru sudah saat merubah orientasi lulusan bukan lagi mereka diarahkan mencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja baru. Dengan semangat Anak Muda Lain Mencari Kerja, Kami Anak Muda Yang Menciptakan Lapangan Kerja, kita ciptakan lulusan yang berjiwa entrepreneurship.

Posted in Entrepreneurship | Tinggalkan komentar

MENGELOLA KESEMPATAN, PENGALAMAN DAN KEUANGAN

“Mereka bisa mengapa aku tidak” ujar seorang anak manusia melihat  keberhasilan orang seperti Ciputra, Chairul Tanjung, Bob Sadino, Fadel Muhammad dan sederet pengusaha besar lainnya. Tapi mereka terlalu besar atau terlalu hebat untuk bisa ditiru.

Lantas bagaimana dengan pengusaha menengah mereka juga mampu menghasilkan uang dan mampu mengelola sumber daya yang lebih kecil.

Tapi itu juga masih terlalu sulit untuk kita tiru. Coba kita cermati banyak juga yang memiliki toko kecil atau berkebun sehingga mampu untuk survive (bertahan hidup). Bukankah tujuan dari entrepreneur yang paling utama adalah memenuhi kebutuhan kita sendiri, setelah berlebih dan mampu kita mengelolanya barulah kita bisa membagikannya kepada orang lain.

Dalam  hal ini Allah SWT telah menjelaskannya :

“Lindungilah dirimu dan keluargamu dari siksa api Neraka” (QS.

Konsep entrepreneur dalam Islam sangatlah sederhana dan mudah diaplikasikan  dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin karena terlalu sederhananya sulit bagi kita untuk bisa mengaplikasikannya.

Apalagi masih memiliki idealisme yang meledak dan ingin cepat kaya, akan sulit jiwa entrepreneur tertanam dalam pribadi. Padahal dalam konsep ajaran Islam seorang entrepreneur perlu keiklasan dan kesabaran.

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”

Yang paling penting dari konsep entrepreneur adalah berhasil untuk diri kita sendiri. Banyak jalan dan tidak perlu malu, semua bermula dari kecil untuk bisa mengatur manajemen yang lebih baik.

Seorang Ciputra sebelum menjadi seorang pengusaha hebat, semasa kuliah beliau berjualan furniture bekas dan buku bekas  untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah.

Dari cerita Chaerul Tanjung, semasa kuliah hanya berjualan buku bekas dan percetakan kecil, motivasinya hanya satu “bertahan hidup”. Dengan mental yang sangat terasah kita bisa mengelola usaha yang kecil menjadi  besar. Dari untuk kita sendiri sampai berguna untuk orang lain.

Tiada yang lebih berguna yang paling utama adalah kita harus berguna untuk  diri kita sendiri terlebih dahulu. Dengan menciptakan keberhasilan dan kebanggan bagi diri sendiri. Motivasi ini sangat mendasar bagi seorang calon entrepreneur. Tak ada yang lebih indah kalau kita sendiri mampu menunjukkan eksistensi keberhasilan.

Konsep diri sendiri ini dalam ajaran islam disebut kan sebagai “ku anfusakum” yang artinya lindungilah diri mu. Lindungilah dirimu karena kebahagian, dan keberhasilan kita tak lebih akan memberikan kebahagian untuk kita, keluarga kita dan lingkungan masyarakat. Setidaknya kita sudah mengatasi permasalahan bangsa ini yaitu pengangguran.

Mengelola Kesempatan

Menjadi entrepreneur adalah seseorang yang bisa mengelola kesempatan, pengalaman dan keuangan dengan baik. Ketiga hal ini merupakan wahana penting untuk membawa seseorang menjadi entrepreneur. 

Kesempatan hanya sekali. Memang benar adanya. Tapi itu terlalu naif untuk kita katakan selalu akan ada kesempatan untuk melakukan yang terbaik. Tuhan saja masih memberikan ampunan dosa yang telah dilakukan oleh hambanya, apalagi “kesempatan”.

Kemampuan mengelola kesempatan tak ubahnya kejelian mata elang melihat musuhnya. Bahkan kesempatan sering datang tak terduga, dan tak disangka. Bagi seorang entrepreneur kesempatan apapun akan bisa menjadi peluang yang menjanjikan.

Dan itulah yang terjadi pada negeri Indonesia. Dianugrahi sumber daya alam yang berlimpah tapi tidak bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Maka Indonesia masih miskin entrpreneur atau pelaku usaha. Mencari pekerjaan dianggap masih sebagai kesempatan terbaik.

Lantas bagaimana mengelola kesempatan agar menjadi peluang yang menjanjikan?

Yah, dibutuhkan ketrampilan. Bagi kita yang tidak memiliki ketrampilan maka kita bisa berkerjasama dengan orang yang ahli dibidang tersebut. Karena mengelola kesempatan juga tidak bisa dilakukan dengan sendiri. Disinilah network (jaringan) dibutuhkan, dan disini pun ada kesempatan memanfaatkan jaringan.

Jadi, kalau ada kesempatan kelola dengan baik untuk menjadi peluang, lalu ciptakan gol.

Mengelola  Pengalaman

Banyak yang berpendapat bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Seorang Thomas Alfa Edison membutuhkan ratusan kali percobaan untuk mendapatkan hasil penelitian yang terbaik. 

Lain lagi bagi seorang Ciputra bahwa sukses setelah diikuti 1000 kali kegagalan, dan tak semua yang dilakukannya selalu sukses, ada juga yang gagal. Lantas kenapa harus ada kegagalan dalam ber-entrepreneur?

Dalam ajaran agama, kegagalan dan kesuksesan itu merupakan ujian dari Tuhan. Kegagalan berarti mengharuskan kita berkerja lebih keras, sedangkan kesuksesan mengingatkan kita untuk selalu mawas diri untuk berusaha secara kreatif dan lebih inovatif.

Oleh karena itu pengalaman sangat berharga dalam menentukan langkah kita selanjutnya. Kegagalan dan kesuksesan adalah pengalaman baik dari diri sendiri atau pengalaman dari orang lain yang menjadi cermin bagi kita.

Cerdik Mengelola Keuangan

Cerdik mengelola keuangan, bukan berarti seorang entrepreneur harus menguasai manajemen keuangan baik itu ilmu akuntansi atau manajemennya sendiri. Cerdik berarti bisa mandapatkan output dari sebuah hasil minimal.

Hampir semua orang mengatakan “ membangun usahakan butuh modal”.

Memang benar pernyataan demikian, tapi kalau cerdik maka modal tidak jadi  masalah, karena banyak solusi lain untuk memenuhi modal.

Banyak seminar dan workshop yang membuiat slogan “Berbisnis Tanpa Modal” atau “Cara Gila Menjadi Pengusaha” ala Purdi (pemilik Primagama Group), atau yang lebih ekstrem “Berutang Untuk Kaya”.

Langkah cerdik mengelola keuangan adalah dengan memanfaat semua potensi yang ada, baik dengan berhutang, kerjasama atau menjual aset atau strategi lain. Yang penting pengelolaan keuangan yang tepat dan tidak konsumtif tentukan akan menghasilkan output yang optimal.

Posted in Entrepreneurship | 2 Komentar

Menjadi Entrepreneur Dari Sisi Entrepreneur Nabi Muhammad SAW

Untuk menjadi seorang entrepreneur dibutuhkan latihan secara istiqomah (terus-menerus dengan konsisten). Nabi Muhammad sejak umur dua belas tahun telah mengikuti pamannya berdagang ke negeri Syam, yaitu sebuah negeri tempat dimana transaksi perdagangan di jazirah Arab dilakukan. Transaksi perdagangan sangat beragam dan semuanya dilakukan secara konvensional pedagangan dan pembeli bertemu langsung di negeri Syam. Pada masa itu perdagangan telah  menjadi urat nadi perekonomian seluruh jazirah Arab.

Dalam usia muda tersebut Nabi Muhammad SAW telah diperkenalkan dengan sistem perekonomian untuk mengenal keuntungan, kerugian, melayani konsumen dengan sepenuh hati, serta inovasi dalam berwirausaha. Konsep entrepreneur ini juga merupakan konsep dasar sebagai pondasi utama  seorang entrepreneur untuk pantang menyerah.

Perjalanan yang sangat jauh antara kota  Mekkah dan negeri Syam, merupakan tantangan yang harus ditaklukkan untuk menjadi seorang pedagang pada masa tersebut. Semangat entrepreneur yang ditunjukkan oleh seorang Nabi tersebut sudah seharusnya menjadi teladan yang baik bagi seluruh umat manusia.

“tidaklah   ……..” (QS. Al-Ahzab:21)

Dalam usia ke dua puluh lima tahun Nabi Muhammad SAW sudah mampu menjadi pemimpin kafilah dalam perdagangan. Dengan membawa barang-barang dari seoarang saudagar kaya Siti Khadijah di Kota Mekkah, Nabi Muhammad memulai misi  entrepreneurnya dengan penuh suka cita. Dalam perdagangan kali ini Nabi Muhammad banyak mengalami hambatan dan tantangan. Diantaranya spekulasi pedagang lain yang ingin menjatuhkan harga dagang dari barang-barang yang diperjualbelikan.

Banyak pedagang lain yang iri kepada kesuksesan  Nabi Muhammad SAW karena barang dagangnya lebih laku. Hal ini dikarenakan beberapa hal:

  1. Barang yang ditawarkan oleh nabi Muhammad SAW berupa barang-barang yang kualitas baik, dengan menampilkan barang-barang yang berkualitas baik sudah barang tentu konsumen lebih memilih barang tersebut. Sikap seorang entrepreneur yang baik adalah menjaga kualitas produk atau jasanya, agar konsumen (user) senantiasa memilih paroduk atau jasa tersebut.
  2. Melayani dengan sepenuh hati dan iklas kepada konsumen. Keiklasan menjadi modal utama dalam bertindak.

“                                   “  (QS.      :  )

  1. Dalam berdagang nabi Muhammad SAW selalu menyampaikan dengan kejujuran atas kualitas barang tersebut sesuai dengan harga beli dan harga jualnya. Hal ini tentu membuat banyak konsumen menjadi senang.
  2. Inovasi entrepreneur baik melayani dan produk telah menjadi sebuah keunggulan dalam berdagang.
  3. Visi kepemimpinan. Hal ini perlu dimiliki oleh entrepreneur sejati untuk mengelola berbagai kepentingan bagi kesejahteraan orang banyak.

Karena hal tersebut diatas sejumlah pedagang yang tidak senang pun melakukan spekulasi dengan menjual dagangan mereka lebih murah. Namun Nabi Muhammad SAW tidak lah bersedih. Karena jika berang pedagang lain sudah habis, maka konsumen sudah barang tentu akan membeli barang-barang mereka kembali.

Keyakinan ini sudah barang tentu menguatkan para pedagang yang tergabung dalam kafilah Nabi Muhammad SAW.

Hasilnya konsumen kembali membeli barang dari nabi Muhammad SAW. Ini sudah barang tentu memberikan hal yang teramat membahagiakan. Karena mereka tidak rugi dengan ikut-ikutan  menjual murah barang seperti pedagang lainnya.

Dari hal tersebut ada beberapa manfaat penting yang perlu diambil hikmahnya dalam berentrepreneur dimasa sekarang:

1. Jangan berputus asa. Sudah sangat jelas bahwa semua harus diawali dengan kesabaran. “Maka Kami telah perkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan, demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman” (QS. Al-Anbiya : 88). Kesabaran yang ditunjukkan oelh Nabi Muhammad SAW adalah tetap pada komitmennya untuk tidak menjual barang-barang tersebut hingga akan menyebabkan kerugian. Konsep entrepreneur disini bukan lah mengharuskan kita mencari keuntungan yang tinggi, tetapi bagaimana menyeimbangkan semuanya. Semuanya adalah rizki dari Allah SWT, akan tetapi kita harus bisa berusaha dengan sebaik-baiknya.

“Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung“ (QS. Al-Jumu’ah: 10)

2. Menghindari spekulasi dalam berbisnis. Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan bagaimana sebuah spekulasi akan merugikan sistem perdagangan bahkan sistem perekonomian sebuah negara. Hal ini sangat tidak menguntungkan, kalaupun menguntungkan hanya sekelompok saja yang untung. Seorang entrepreneur setidaknya sebisa mungkin menghindari spekulasi. Kecurangan dalam berbisnis hendaknya tidak dilakukan hanya untuk keuntungan jangka pendek dan merugikan banyak orang.

3. Tidak ikut-ikutan dalam permainan kotor dalam berbisnis. Entrepreneur seperti nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh, bagaimana berbisnis yang baik itu adalah tetap memiliki keyakinan dan terus berinovasi (baik produk maupun pelayanan). Kreatifitas dan ide terus dikembangkan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

“Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan” (QS. An-Nahl : 1).

Pada orang yang tidak sabar menunggu datangnya rezeki dan selalu gundah gulana karena semua kesenangannya tidak kunjung tiba. Segala permasalahan manusia dan rezeki itu sudah ditentukan  dan pasti akan ada jalan keluar yang paling diridhoi Allah SWT.

Mulianya Menjadi Seorang Entrepreneur

Menjadi seorang entrepreneur akan menjadi orang tersebut lebih mulia. Tengoklah semangat entrepreneur Nabi Muhammad SAW yang dimulai dari usia yang masih sangat muda untuk bisa dijadikan suri teladan (contoh yang baik). Mengenal ilmu berbisnis dengan berbagai tantangan dan hambatannya telah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai contoh yang tak habisnya untuk kita tiru.

Dengan menjadi seorang entrepreneur, akan mengangkat status  dan mampu memberikan kebahagian kepada orang lain, bukan hanya kepada diri kita sendiri. Orang-orang yang berkerja dengan kita akan merasa terlindungi bahkan akan sangat mensyukuri atas rahmat rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.

Kemulian untuk menjadi entrepreneur juga dicontohkan oleh Usman Bin Affan yang memiliki kemampuan bisnis sangat baik. Dengan pengahasilannya yang diperoleh dari berbisnis bisa terus berdakwah bagi kejayaan agama Islam. Sebagai salah  seorang sahabat Nabi, Usman Bin Affan berkomitmen dalam mensejahterakan  umat islam secara keseluruhan.

Abu Hurairah yang juga sahabat Nabi merupakan contoh entrpreneur dari seorang ulama yang juga seorang entrepreneur yang sukses. Dan sejumlah sahabat Nabi lainnya yang memiliki visi entrepreneur yang sangat kuat seperti Abu Bakar AshShiddiq, Abdurrahman bin Auf dan sahabat-sahabat nabi yang lainnya.

Mereka semua memiliki kemualian yang luar biasa karena memiliki bisnis yang mampu menghidupi mereka sendiri tanpa harus meminta belas kasihan sahabat lainnya. Dengan demikian para sahabat nabi ini bisa terus berlomba berbuat kebaikan berupa zakat, infaq serta bersedekah sesuai dengan ajaran agama.

Dr. ‘Aidh al-Qorni dalam bukunya La Tahzan (Jangan Bersedih)  menerangkan bahwa “bersegeralah”! Melompatlah ke tingkatan yang lebih tinggi ke tingkatan orang-orang yang tinggi, karena yang diperubutkan adalah kemualian. Kemenangan ini tidak akan dihidangkan di atas dulang emas, tapi diperoleh dengan air mata, darah, begadang, keletihan, rasa lapar, dan kesulitan.

Sabar dan Kerja Keras Dalam Memulai Usaha

Dalam berusaha hendaknya kata “kerja keras” menjadi pahatan dalam hati setiap yang akan memulai menjadi entrepreneur. Waktu 24 jam sehari adalah waktu yang sama dengan seluruh umat manusia di belahan bumi manapun.

Nabi Muhammad SAW telah memberikan teladan bagaimana waktu dipergunakan dengan sebaik-baiknya dalam melayani diri sendiri, keluarga, bisnis, dan Allah SWT, semua harus memiliki keseimbangan. Oleh karena itu “kerja keras” seorang entrepreneur adalah sebaik-baiknya menjadi pelayan dengan penuh keikhlasan.

            Dalam berdagang Nabi Muhammad SAW senantiasa mengedepankan kesabaran. Kegagalan jangan dijadikan sebuah ketakutan. Karena kita tidak akan bisa merasakan kesuksesan kalau belum  merasakan kegagalan. Jadi dibutuhkan kesabaran dalam segala hal. Apalagi dalam memulai usaha dari awal, kesabaran sangat diperlukan untuk memompa semangat perjuangan untuk pantang menyerah.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi disebutkan: “Sebaik-baik ibadah adalah menunggu jalan keluar.”

Dari penyair orang Arab, “ Jika seutas tali sudah sangat merenggang, maka ia kan segera putus. Artinya: jika persoalannya sudah kritis, maka tunggulah jalan keluarnya.

Segala hambatan dan tantangan dalam memulai entrepreneur adalah hal yang biasa. Bahkan seorang entrepreneur seperti Ciputra pun berulang kali mengalami kegagalan. Tidak semua proyek bisnis yang ia lakukan memperoleh keberhasilan, ada juga mengalami kegagalan.

Kesabaran dan kerja keras merupakan nilai yang harus dimiliki oleh entrepreneur. Biasa melihat kegagalan, biasa juga melihat kesuksesan.

“Maka, sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 5-6)

Posted in Entrepreneurship | Tinggalkan komentar